Kisah Perjalanan Workshop Membatik di Museum Thailand dengan Kompor Astoetik

Kisah Perjalanan Workshop Membatik di Museum Thailand dengan Kompor Astoetik

Disaat saya sedang membicarakan tentang motif batik bersama para siswa tiba2 ada telphon yang intinya tawaran ke Thailand untuk menjadi pembatik klasik dalam acara Demonstrasi dan Workshop Batik di Queen Sirikit Musium of Textile dalam rangka memperingati 70th kerjasama Indonesia dan Thailand. Permintaan ini langsung dari pihak Musium lewat KBRI kemudian diteruskan kepada Gubernur DIY selanjutnya diserahkan kepada Dinas Kebudayaan dan akhirnya keluarlah surat tugas sebagai pembatik tulis klasik

  1. Dwihening Jayanti
  2. Herning Danastri
    Ibu Danas membawa asisten 2: Ibu Herning Susmayanti dan Mbak Diandra

Waktu keberangkatan sudah ditentukan tgl 22 Januari 2020 dan tgl 27 Januari 2020 kepulangan ke Indonesia. Waktu persiapan sekitar 3minggu saya dan ibu Danas langsung ke perusahaan Kompor Batik Listrik Astoetik dusun Jeblog Kasihan Bantul untuk pesan kompor yg diperlukan di Thailand, selain itu kami juga membeli alat dan bahan batik hingga semua keperluan Workshop terpenuhi. Saat pengecekan kompor batik Astoetik bersama bp Nova pemilik perusahaan.


Rabu dini hari 22 Januari 2020 kami satu team berangkat melalui bandara Adi Sucipta jam 06.20 tepat dengan Garuda Indonesia berangkat menuju Bangkok transit di Jakarta sekitar pukul 13.00 kami sudah tima di bandara Suvarma Bhumi Bangkok.

Hari kedua Kamis 23 Januari 2020 kami siap untuk berangkat menuju Musium tp singggah dulu di KBRI sempat bertemu Bp Ahmad Rusdi selaku Duta Besar RI di Bangkok barulah kami bersama sama menuju Musium yang letaknya di dalam Istana di Bangkok untuk mengikuti pembukaan acara 70 th kerjasama RI dan Thailand diantaranta di adakan Demonstrasi dan Workshop Batik bersama dua artis Batik dari Indonesia yaitu saya sendiri Dwihening Jayanti dan Herning Danastri. Setelah sampai musium kami langsung ditunjukkan tempat workshop batik, agak terkejut dan karena di sudut ruang ada satu perangkat alat batik salah satunya kompor batik yang ada tulisan “ASTOETIK” saya bangga sekali karena kompor Astoetik karya anak bangsa dari Jeblog Kasihan Bantul ada di musium sebuah Istana yang megah, kami langsung bergerak mendisplay alat dan bahan batik juga batik-batik sebagai barang pamer. Upacara selesa semua tamu memasuki ruang WorkShop dan kami mulai membatik dan membantu para tamu yang mencoba membatik.

Dengan di temani Dubes RI para tamu dari Istana antusias melihat kami membatik dengan menggunakan Astoetik kompor batik yg kami bawa dari Indonesia.
Pagi begitu cerah jumat 24 Januari 2020 jam 08.00 kami sudah dijemput menuju Musium melaksanakan Workshop setiap hari dibagi menjadi empat sesi setiap sesi -+20 peserta, banyak yg terkesan dengan keindahan batik yg begitu ornamentik.

Antusias pengunjung melihat kami membatik sesudahnya mereka mencoba membatik.. karena disana tidak ada kompor khusus batik sehingga kami membawa kompor sendiri dari produk Astoetik…
Sabtu 25 Januari 2020 pagi itu kami sarapan di cafe yang disediakan pihak hotel jam 08.00 pakDawud sopir KBRI siap menjemput kami dan kamipun segera masuk mobil langsung menuju Istana dan kami turun di depan musium, kami selalu memanfaatkan waktu yang ada untuk mengabadikan kegiatan selama bertugas membatik di Queen Sirikit Musium of Textile sesudahnya kami siap untuk membatik dan sesekali memberi pangarahan kepada para peserta yang ingin tau lebih jauh apa itu Batik.

Memberi penjelasan proses batik dari awal membuat disain hingga pelorotan/batik bersih dari lilin.
Hari terakhir membatik di musium Minggu 26 Januari 2020 dengan semangat budaya batik, kami melaksanakan tugas dengan hati yang penuh kegembiraan telah diberi kepercayaan sebagai artis Batik “istilah Musium Quen Sirikit memberi sebutan pada kami” kesempatan yang mungkin tak terulang lagi sy manfaatkan untuk menyampaikan budaya batik Indonesia yang penuh dengan simbol dan falsafah sehingga orang memakai pakaian batik dengan doa dan harapan kedepan hidupnya akan lebih baik, sejahtera dan lain sebagainya…. kesempatan ini saya sampaikan pada saat diwawancarai oleh reporter salah satu TV Thailand dan karena hari terakhir kami sempat pamitan dan foto bersama dengan pihak musium.

Salah satu sudut dalam musium khusus batik dari Indonesia… yang siapapun tidak noleh mengbil gambar/ memfoto… tetapi khusus hari itu kami diberi kesempatan untuk berfoto ria. Saat diwawancara dari TV Thailand kompor Astoetik sempat disoot secara detil.

Pagi ini Senin 27 Januari 2020 Kami mulai berkemas kemas karena jadwal workshop batik telah berakhir dan harus pulang ke Indonesia. Kamu juga sempat pamitan ke KBRI dan di terima oleh Bapak Ahmad Rusdi Duta Besar RI di Bangkok dan kami mendapat Souvenir juga senang sekali…. sesudahnya kami langsung menuju bandara Suvarma Bhumi dengan penerbangan Garuda …. Alhamdulillah sampai Tanah air dengan selamat…..

Demikian oleh oleh kami dari negara Gajah Putih Selama 6 hari di Bangkok Thailand…. salam budaya Batik…. semoga bermanfaat ada kurang dan lebihnya kami mohon maaf.

Penulis : Dra. Hj. Dwihening Jayanti (Guru Batik SMSR Yogyakarta)

Partner:

*Herning Susmayanti
*Herning Danastri
*Keshari Adiandra Paramastri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*