Launching Alat Pengolah Limbah Batik Portable pada Penghargaan Program DAPATI Kemenperin 2022

Launching Alat Pengolah Limbah Batik Portable pada Penghargaan Program DAPATI Kemenperin 2022

Latar Belakang Alat

Limbah batik menjadi salah satu momok bagi para pengrajin batik terutama para IKM batik yang memiliki keterbatasan tempat serta biaya dalam hal produksi kain batik. Limbah batik merupakan salah satu limbah yang berakibat pada pencemaran lingkungan jika dalam penanganannya tidak baik. Limbah batik berasal dari sisa pewarnaan kain yang menggunakan pewarna kimia yang terkandung unsur bahan kimia berbahaya jika dikonsumsi oleh makhluk hidup. Beberapa jenis pewarna kimia yang digunakan dalam pewarnaan kain batik adalah pewarna naptol, indigosol dan remasol.

Pada kebanyakan kasus pada IKM batik mereka belum memiliki pengolahan limbah yang standar dalam artian limbah yang diolah belum memenuhi standar baku mutu air sehingga masih mencemari lingkungan. Keadaan ini yang menjadi masalah antara pengrajin batik dengan warga di sekitar lingkungan pengrajin. Warga mengeluhkan pencemaran yang diakibatkan oleh pembuangan limbah oleh para IKM batik yang dibuang ke lingkungan sekitar namun belum memenuhi standar baku mutu air. Akibat konflik antara warga dan IKM batik membuat IKM batik berpindah – pindah tempat produksi yang mengakibatkan tidak efisiennya dalam produksi batik.

Astoetik Kolaborasi BBKB dalam Program DAPATI 2021

CV. Astoetik Indonesia bersama Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) lewat program DAPATI (Dana Kemitraan Peningkatan Teknologi Industri) bekerjasama melakukan riset pembuatan alat pengolah limbah batik yang cocok digunakan oleh para pelaku IKM batik yang bersifat portable yang bisa digunakan oleh beberapa kelompok batik dalam mengolah limbah batiknya. Alat pengolah limbah batik yang diciptakan oleh CV. Astoetik Indonesia dan BBKB diharapkan bisa memberikan solusi atas permasalahan IKM batik terkait masalah pengolahan limbah mereka. Alat pengolah limbah ini memiliki kapasitas pengolahan kurang lebih 50 liter limbah dengan dimensi 130 cm x 40 cm x 140 cm dan berat kurang lebih 30 kg. alat ini memiliki roda pada sisi bawah sehingga mudah untuk dipindah – pindah. Daya listrik yang digunakan dalam pengolahan limbah kurang lebih sekitar 600 – 900 watt dan proses pengolahan dalam reaksi elektrolisis sekitar 2 jam.  

Astoetik Meraih Penghargaan

Bertepatan dengan acara Penghargaan Program DAPATI Kemenperin CV. Astoetik Indonesia diwakili oleh Aris Stiyawan, A.Md., selaku direktur mendapatkan penghargaan peringkat pertama IKM dengan kinerja terbaik dari Kementerian Perindustrian dengan alat yang diusulkan berupa alat pengolah limbah batik portable. Acara penganugerahan dibuka langsung oleh Menteri Perindustrian, Bapak Agus Gumiwang Katasasmita di Hotel Pullman Bandung. Acara penganugerahaan ini sekaligus sebagai launching alat pengolah limbah batik portable yang menandakan sudah siap untuk dipasarkan kepada masyarakat khususnya para IKM batik yang memerlukan alat pengolah limbah yang portable efisien dan dengan harga yang terjangkau. (AS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*