Kegiatan Produksi Kain Batik Motif Khusus Teknologi untuk Seragam Sekolah

Kegiatan Produksi Kain Batik Motif Khusus Teknologi untuk Seragam Sekolah

Ketika teknologi bertemu budaya dapat menciptakan nilai estetika, mungkin itulah yang pantas disebut untuk kegiatan produksi kain batik pada hari kamis (25/03/2021). Kegiatan produksi kain batik ini berlangsung dari pagi hari sampai sore menjelang maghrib bertempat di sanggar astoetik. Kegiatan produksi kain batik tersebut melibatkan tenaga kerja professional yang sudah berpengalaman dalam melakukan kegiatan membatik.

Namun, ada sesuatu yang sedikit berbeda pada produksi batik yang satu ini, ya motif teknologi yang bisa dikatakan cukup asing untuk dunia perbatikan yaitu  motif seperti pada papan sirkuit. Menurut Pak Nova Suparmanto, pemilik sekaligus owner CV Astoetik Indonesia mengatakan bahwa kain batik dengan motif unik berupa papan sirkuit ini merupakan pesanan dari salah satu sekolah untuk dijadikan sebagai seragam sekolah tersebut.

Kain batik yang akan dipakai sudah melalui proses pengeprintan dan sudah terdapat lilin yang menempel sesuai pola pada kain tersebut, akan tetapi masih ada bulatan bulatan yang memang harus di blok dengan lilin secara manual. Maka dibutuhkan proses pencantingan. Pada proses pencantingan ini dibantu oleh 2 orang tenaga kerja yang sudah berpengalaman dalam membatik sehingga pada proses pencantingan ini tidak memerlukan waktu yang lama, disamping memang pola yang dibuat hanya membutuhkan proses pencantingan yang sedikit (hanya mencanting bulatan bulatan pada pola).

Setelah proses pencantingan selesai, maka kain batik melalui proses selanjutnya yaitu proses pewarnaan. Kain batik motif teknologi diwarnai dengan warna biru cerah. Kemudian kain dijemur sampai kering. Selanjutnya adaalah proses fiksasi yang mana proses ini untuk mengunci warna agar tidak luntur. Kemudian kain kembali dijemur sampai kering. Selanjutnya adalah proses pelorodan, proses penghilangan lilin yang menempel pada kain sampai bersih. Sampai selanjutnya kain dijemur sampai kering dan kain batik sudah selesai dan siap untuk diantarkan ke tempat tujuan.

Semoga dengan adanya motif berupa teknologi ini bisa bermanfaat dan menambah inovasi serta membuka wawasan tentang batik bawhawsannya batik itu masih bisa dikembangkan apalagi membatik berbasis teknologi. Mau membatik? Ya Astoetik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*