CV. Astoetik Menjadi Rekanan untuk Pengadaan Bahan dan Peralatan Praktek Diklat 3in1 Berbasis Kompetensi Pembuatan Batik Tulis Bagi Generasi Milenial di Balai Diklat Industri Yogyakarta

CV. Astoetik Menjadi Rekanan untuk Pengadaan Bahan dan Peralatan Praktek Diklat 3in1 Berbasis Kompetensi Pembuatan Batik Tulis Bagi Generasi Milenial di Balai Diklat Industri Yogyakarta

Pada bulan Mei 2021, Astoetik mendapatkan menjadi rekanan untuk pengadaan bahan dan peralatan praktek “Diklat 3in1 Berbasis Kompetensi Pembuatan Batik Tulis Bagi Generasi Milenial Angkatan 1 di Balai Diklat Industri Yogyakarta, Tanggal 17-21 Mei 2021”.

Kegiatan ini diadakan oleh Dekranasda DIY bersama Balai Diklat Industri (BDI) Yogyakarta dan diikuti peserta sebanyak 32 orang. Bahan dan peralatan meliputi : alat & bahan pembatikan tulis (canting, kompor batik listrik, wajan, panic blirik/ burik, bak, gawangan, pencetak malam, kain mori, malam batik, bahan pembuatan malam batik, dan lainnya). Selain itu juga pengadaan alat & bahan pewarnaan (sarung tangan, bak pewarna, zat warna naptol, indigosol, rapid, bahan-bahan pewarnaan batik, dan lainnya).

Program diklat 3 in 1 ini memiliki nilai lebih bagi para peserta diklat, tak hanya pelatihan dan sertifikasi yang didapat, tapi juga ada penempatan kerja. Pelatihan yang dilakukan oleh Pusdiklat Industri dan Balai Diklat Industri (BDI) menggunakan sistem three in one atau dapat disingkat 3 in 1, yaitu pelatihan, sertifikasi kompetensi dan penempatan kerja. Pelatihan dilakukan dengan menggunakan kurikulum dan modul yang mengacu pada kebutuhan industri agar terbentuk link and match antara lembaga pelatihan dengan perusahaan industri untuk menghasilkan lulusan pelatihan yang kompeten dan siap kerja. Pada akhir pelatihan dilakukan sertifikasi kompetensi terhadap peserta pelatihan, yang bertujuan untuk memastikan bahwa lulusan pelatihan telah kompeten. 

Pelaksanaan diklat 3 in 1 ini diharapkan dapat memberikan bekal pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja calon tenaga kerja yang akan bekerja di industri maupun memulai wirausaha baru, menyiapkan tenaga kerja tersertifikasi yang kompeten dan memiliki daya saing, serta untuk menanggulangi dan membantu masyarakat yang terkena dampak yang diakibatkan oleh Pandemi Covid-19.

Ada tanggung jawab yang dipikul Yogyakarta sebagai Kota Batik Dunia. Sehingga harus ada cara yang berkesinambungan untuk regenerasi batik. Dengan menggaet generasi muda atau generasi millennial, harapannya dapat terus melanggengkan eksistensi batik serta Yogyakarta sebagai Kota Batik Dunia. Adanya generasi milenial ini juga dapat melahirkan inovasi segar di dunia batik. Generasi milenial akan menciptakan desain batik yang lebih fresh sesuai dengan desain anak muda.

Acara penutupan Diklat 3in1 Berbasis Kompetensi Pembuatan Batik Tulis Generasi Milenial Angkatan I dihadiri oleh Wakil Ketua Dekranasda DIY, GKBRAyA Paku Alam, Sekretaris BPSDMI Kementerian Perindustrian RI, Yedi Sabaryadi, dan Kepala Balai Diklat Industri Yogyakarta, Tevi Kurniawati, Jum’at (21/05/2021).

Sumber referensi:

  1. https://sidia.kemenperin.go.id/training/3in1
  2. https://jogja.tribunnews.com/2021/05/18/program-diklat-3-in-1-bdi-yogyakarta-bersama-dekranada-jadi-keunggulan?page=all
  3. https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20210324153643-97-621560/tekan-angka-pengangguran-kemenperin-gelar-diklat-3-in-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*