Astoetik Meraih Penghargaan dalam Ajang Innovating Jogja BBKB Kemenperin 2021

Astoetik Meraih Penghargaan dalam Ajang Innovating Jogja BBKB Kemenperin 2021

Industri kerajinan dan batik didukung sebagai salah satu sektor yang dapat menjadi penopang agenda Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Karena itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin)  berupaya mendorong pengembangan sektor tersebut, di antaranya dengan memberikan dukungan terhadap inovasi, serta menciptakan ekositemyang menunjang industri kerajinan dan batik, misalnya melalui kegiatan ‘Innovating Jogja 2021’.

Kegiatan ‘Innovating Jogja 2021’ dinisiasi oleh Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Yogyakarta, salah satu satuan kerja di bawah Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin. “Innovating Jogja telah dilaksanakan sejak tahun 2016. Pada tahun ini, kegiatan difokuskan pada pengembangan usaha tenant yang akan memanfaatkan hasil litbangyasa BBKB dan pengembangan usaha berdasarkan inovasi tenant pada bidang kerajinan dan batik,” ujar Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin,

Kementerian Perindustrian menilai industri kerajinan dan batik merupakan salah satu sektor yang mampu beradaptasi dan bertahan di tengah pandemi Covid-19 saat ini. Sektor ini bahkan dinilai mampu mendukung pemulihan ekonomi nasional (PEN) khususnya di sektor Industri Kecil Menengah (IKM). 

Hal ini tercermin dari sumbangsih industri batik  terhadap devisa melalui capaian ekspor sepanjang tahun 2020 yang mencapai 532,7 juta USD dan pada periode triwulan 1 tahun 2021 nilai ekspor produk batik mencapai US Dollar 157,8 juta. 

Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Dr. Agus Gumiwang Kartasasmita, dalam sambutannya ketika membuka acara Puncak Peringatan Hari Batik Nasional (HBN) 2021 yang berlangsung secara hybrid (online dan offline) di Hotel Royal Ambarukmo, Yogyakarta (6/10/2021) menuturkan sinergi dan inovasi merupakan strategi yang terbukti berhasil membantu IKM dalam menghadapi kontraksi ekonomi akibat pandemi.

Alhamdulillah pada kesempatan ini CV. Astoetik Indonesia bisa mengikuti ajang Innovating Jogja 2021 yang diwakili oleh salah satu foundernya yaitu Aris Stiyawan bisa lolos 5 besar tenant yang mendapatkan fasilitas modal untuk bahan baku produksi serta fasilitas lainnya yang di berikan oleh Balai Besar Kerajinan Batik Yogyakarta.

Pada program Innovating Jogja kali ini CV. Astoetik Indonesia mengajukan sebuah innovasi baru di bidang peralatan batik yang modern praktis dan efisien yaitu “ Canting Listrik Portable”. Canting listrik portable adalah sebuah inovasi dari canting listrik versi sebelumnya yang diproduksi oleh CV. Astoetik Indonesia dimana untuk mengoprasikan canting tersebut tidak harus membutuhkan sumber listrik dari PLN namun cukup menggunakan baterai portable yang bisa dibawa kemanapun sehingga lebih praktis dalam penggunaannya.

Canting listrik portable menggunakan power bank yang sudah teruji bisa untuk membatik kurang lebih salema 3 jam nonstop sehingga sangat cocok bagi para pembatik yang menginginkan peralatan batik yang praktis yang bisa dibawa kemanapun berada dan tidak perlu memikirkan sumber listrik PLN lagi. Canting listrik portable juga bisa digunakan secara langsung terhubung dengan charger baterai portable tersebut jikalau menginginkan proses mencanting namun posisi baterai dalam keadaan kosong sehingga para pembatik ada dua opsional pencantingan yaitu menggunakan power bank ketika posisi baterai dalam keadaan penuh dan menggunakan charger baterai ketika posisi baterai habis.

Kedepan kami berharap innovasi canting listrik portable bisa menjadi sebuah solusi untuk para pembatik baik itu yang pemula maupun yang sudah profesional agar dalam produksi membatiknya bisa lebih praktis, cepat, efisien dan hasilnya berkualitas.

Terus semangArt mengembangkan inovasi untuk mendukung batik & seni budaya di Indonesia. (AS)

~Onestop Batik Services~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*